SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH

Assalamu'alaikum Wr, Wb...
Puji sukur kami panjatkan kepada Allah SWT...

Selengkapnya...

PENGUMUMAN

  • PENGUMUMAN MASUK SEKOLAH SETELAH LIBUR IDUL FITRI: 06 AGUSTUS 2014 (HALAL BI HALAL)
Selengkapnya...
Banner

Komunitas

Link Facebook

E-Learning

Daftar Artikel

Home Daftar Artikel Narkoba Sebagai Penghambat dalam Proses Pendidikan
Narkoba Sebagai Penghambat dalam Proses Pendidikan PDF Cetak
Kamis, 06 May 2010 03:51

Fakta

Narkotika, obat obatan terlarang dan psikotropika, mulai dari ekstasi, morfin sampai metafetamin, ini merupakan jenis obat obatan yang bisa merangsang suatu jenis sel dalam otak yang membangkitkan rasa rileks, gembira dan nyaman bagi pemakainya. Kita sering melihat berita tentang beberapa kasus narkoba ini. Kenyataannya, fenomena gunung es. Para pemakai dan pencandu dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang berekonomi mampu dan tidak mampu. Dari kalangan ekonomi mampu ini menjadi bagian dari kesibukan dan jadwalnya.

Sedangkan dari kalangan ekonomi tidak mampu ini menjadi tujuan hidupnya sehari hari. Untuk kasus kecanduan yang parah mereka sanggup tidak makan asalkan bisa membeli pengobat kecanduannya. Uangnya? Karena mereka tidak mampu yang mungkin mengemis, mencuri atau cara apapun. Beberapa dari mereka memang hanya pemakai tanpa kecanduan, tapi itu sangat sedikit. Kebanyakan dari mereka adalah pasien yang menunggu ajal.

Usaha Pemberantasan dalam Dunia Pendidikan

Sasaran utama konsumen narkoba adalah anak-anak usia remaja, pasarnya tentu saja sekolah, SMA, SMP bahkan SD. Secara psikologis, usia ini adalah masa di mana seorang anak mulai mencari siapa dirinya, apa yang disukainya, apa yang menjadi identitasnya dan pencarian-pencarian lain yang berkaitan dengan pengakuan lingkungan terhadap diri mereka. Sehingga mereka berani untuk mencoba hal-hal baru. Pada masa itu juga pengawasan orang tua terhadap anaknya mulai kendur. Anak mulai mempunyai waktu dan tempat dalam kesehariannya yang orang tua tidak tahu, misalnya tempat kumpul sepulang sekolah. Wajar dan sudah seharusnyalah jika penyuluhan dan peringatan tentang narkoba diadakan di sekolah-sekolah. Tentang apa itu narkoba, dari mana saja bahaya itu bisa datang dan bagaimana cara mencegahnya.

Cara yang paling populer adalah melalui rokok. Jadi waspadailah jika seorang anak sudah mulai merokok pada usia yang dini, karena ini adalah sasaran para pengedar. Ada juga yang melalui makanan atau minuman sehingga membuat kecanduan, dan pada saat itu diperkenalkan pada narkoba sebagai pengobat kecanduannya. Atau cara coba gratis, diberikan langsung untuk dicoba untuk selanjutnya baru membeli dengan harga tertentu. Penggeledahan pada siswa-siswa suatu sekolah secara mendadak adalah tindakan kuratif. Jika ditemukan suatu jenis obat terlarang maka dapat diambil tindakan secara hukum. Ini adalah bagian dari pekerjaan lembaga pendidikan maupun pemerintah yang menghadapi narkoba sebagai salah satu faktor penghambat dalam proses pendidikan.

Memulai dari Keluarga

Keluarga merupakan subyek penting dalam tindakan preventif. Pada saat anak memasuki usia remaja biasanya orang tua mulai enggan menyisihkan perhatian. Kebanyakan karena merasa bahwa si anak sudah ‘besar’. Memang pada saat ini mereka tidak membutuhkan perlakuan seperti perlakuan terhadap anak-anak, tetapi tugas sebagai orang tua belumlah selesai. Bentuk kasih sayang yang mereka butuhkan adalah perhatian, pengertian dan persahabatan. Mereka masih perlu dibatasi dengan aturan-aturan yang berlaku dalam keluarga, karena itu adalah bentuk dari perhatian orang tua, tetapi penerapannya tentu dengan pengertian dan persahabatan. Dan baik juga jika mereka tahu apa itu narkoba langsung dari orang tuanya, daripada dia mendengar lebih dulu di luar rumah. Jika seorang remaja merasakan bahwa keluarganya bisa diandalkan, maka kecil kemungkinannya dia akan memberikan kejutan yang tidak menyenangkan. Misalnya tertangkap sebagai pemakai atau bahkan pencandu salah satu obat-obatan terlarang. 

 

Pengunjung

web tracker